Skip to main content

MENGHITUNG DOUBLE OCCUPANCY

Double Occupancy

Hal ini sering dibuat dalam angka %,  namun diera komputerize saat ini tidak semua staff hotel di FO bahkan ada juga Manager Hotel yang lupa atau mungkin memang belum tahu apa guna hal ini.  Double Occupancy menunjuk kan akan jumlah penghuni di kamar hotel,  yg semakin besar nilai % nya maka makin berdampak pada beberapa hal.  

Untuk informasi bahwa rumus menghitung % Double Occupancy adalah sbb :

JUMLAH TAMU dikurangi  JUMLAH KAMAR TERISI dan dibagi JUMLAH KAMAR TERISI lalu dikalikan 100% maka akan didapat nilai % double occupancy. 

Beikut dampak langsung dari mengetahui Double Occupancy adalah sbb :

  1. Kita bisa menghitung pemakaian Breakfast tamu yang perlu dipersiapkan, dan juga sebagai informasi bagi akunting untuk mengalokasikan biaya Makan Pagi kamar hotel.
  2. Untuk mengevaluasi kesesuaian pemakaian guest supply dan guest amenities dikamar, sehingga kita memahami dengan benar saat mengadakan evaluasi expenses dan cost dari kamar.
Kegunaan lain secara tidak langsung juga banyak dari mengetahui % Double Occupancy, misalnya sbb :

  1. Kita ingin mengetahui Spent Power dari tamu-tamu.
  2. Sebagai data untuk menyusun Budget tahunan berikutnya.
  3. Untuk anitisipasi data akurat jika terjadi hal-hal yang tidak semestinya, misalnya kebakaran atau bencana lainnya.
Nah itulah hal-hal yang dapat menjadi referensi kita akan pentingnya mengetahui data % Double Occupancy, jadi hafalkan ya rumus nya agar ketika staff kita bertanya kita dapat menjelaskan secara lengkap. 


Selamat membaca
Agus Efendi

Comments

  1. Replies
    1. Guest in House : 187 orang
      Room Occupied : 86 kamar
      Dbl Occupancy : (187-86)/86 = 117.44%

      Delete
    2. Pasti lebih dari 100% double Occ nya, karena tamunya di atas max double, artinya ada tamu yang triple share, atau rasionya 2.17

      Delete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  3. Terima kasih Pak Suarez..mantabsss betul pak

    ReplyDelete
  4. Replies
    1. Utk sigle occupancy tentu akan bisa dilihat dari berapa persen double occupancy, jika % double occupancy kita dibawah 100% berarti tdk semua kamar terisi saat itu dihuni 2 orang keatas, sebaliknya jika lebh dari 100% itu artinya kamar kita ada yg dihuni lebih dari dua orang. Semoga membantu

      Delete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. Apakah kamar house use dan compliment ikut dihitung?

    ReplyDelete
  7. apa beda room sold dan room occupied?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berbeda sahabat ku, room sold artinya kakar hotel yg tersewa dan berbayar sementara room occupied bisa saja dari kamar yg terisi tsb termasuk FOC / free of charge

      Delete
  8. Ka gimana cara ngitung occ dalam bulanan ? Plis bantu jawab 🙏🏼

    ReplyDelete
    Replies
    1. Total Room Night Sold / Total Room Available x 100 % (dalam sebulan)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

JENIS DAN PENANGANAN CREDIT CARD / KARTU KREDIT

A.           JENIS-JENIS CREDIT CARD a.              VISA selalu diawali angka 4 di nomor kartunya b.             MASTER selalu diawali angka 5 di nomor kartunya c.              BCA selalu diawali angka 1 di nomor kartunya d.      Dinner Club, diawali angka 3 di nompor kartunya e.      American Express  diawali angka 3 di nompor kartunya g.      JCB  diawali angka 3 di nompor kartunya B.    VISA ELECTRON Selain kartu kredit ada juga kartu debit, saat ini hamper semua Bank mengelkuarkan Kartu Debit. Untuk lengkapnya ada beberapa jenis kartu Debit yaitu sbb ; a.              VISA ELECTRON    b.    ...

Faktor Kesuksesan Usaha Hotel

Ketat nya persaingan Bisnis Hotel saat ini sudah cukup membahana, mau tidak mau pelaku bisnis hotel harus berupaya keras agar hotel yang di kelola mampu terus bergulir bahkan menjadi yang terbaik. Jika kita mengamati, ada hotel-hotel yang selalu ramai dikunjungi oleh tamu dan ada juga yang masih saja sepi pengunjung, padahal berbagai cara dilakukan oleh pengelola hotel agar hotel nya bisa selalu ramai sepanjang bulan sepanjang tahun. Usaha yang keras & gigih dalam memasarkan hotel tentu akan memberikan hasil yang setimpal, namun kadang banyak juga dari tamu-tamu yang didapatkan adalah ‘first and last visitor’, banyak tamu yang pada awalnya dengan senang hati datang, menginap dan menggunakan fasilitas yang dimiliki hotel harus check out dengan wajah cemberut, hati kesal dan mulut menggerutu. belum lagi, mereka yang kecewa ini akan menjadi duta yang ampuh bagi hotel atas kekecewaannya selama menginap di hotel tersebut. Memang betul, barang yang bagus apabila tidak ditawarkan t...