Skip to main content

INTERNAL MARKETING

Internal Makrketing salah satu langkah penting, kita sering disibuk kan denga melakukan external marketing bahkan kegiatan ini kita lakukan dengan kerja keras, fokus, pantang menyerah. Namun kita sering melupakan bahwa internal marketing merupakan kegiatan yang sesungguh nya lebih menghasilkan namun prinsip kerja nya jauh lebih enjoy dan menyenangkan, bahkan tidak perlu theori yang bertele-tele dan biaya nya pun cukup rendah. Lantas kenapa banyak perusahaan melupakan internal marketig?, jawaban nya bervariasi mulai dari pemikiran klasik bahwa marketing harus lah berexpansi dan beraktifitas di luar perusahaan karena marketing berprinsip harus mendatangkan pelanggan. 

Apa itu internal marketing?

Internal Marketing adalah sebuah kegiatan terstruktur dan terarah yang dilakukan oleh semua unsur perusahaan didalam perusahaan itu sendiri. Singkat nya internal marketing adalah kegiatan bagaimana kita melayani konsumen yang ada dengan berbagai upaya agar menjadi pelanggan yang loyal dan pada akhir nya mereka bisa menjadi ujung tombak marketing kita di luar sana.

Apa yang dibutuhkan dalam internal marketing?

Perusahaan harus menerapkan konsep pelayanan yang jelas dan terukur.

Perusahaan harus terus memastikan bahwa semua staff yang ada harus menguasai produk yang di buat secara detail.

Melayani keluhan dengan bijaksana dan professional.

Inovasi yang berkesinambungan baik dalam produk maupun pelayanan nya.

Ciptakan sense of belonging yang tinggi kepada semua pegawai.

Dengan dasar diatas maka dapat dipastikan bahwa tamu atau pelanggan akan betah dan tidak pernah berfikir untuk pindah kelain hati atau menjadi loyal. Pada akhir dari semua ini maka dari para pelanggan yang puas akan dengan senang hati mereka membicarakan tentang kehebatan perusahaan kita sehingga akan menjadi bola salju yang teris bergulir dan terus membesar.


Comments

Popular posts from this blog

MENGHITUNG DOUBLE OCCUPANCY

Double Occupancy Hal ini sering dibuat dalam angka %,  namun diera komputerize saat ini tidak semua staff hotel di FO bahkan ada juga Manager Hotel yang lupa atau mungkin memang belum tahu apa guna hal ini.  Double Occupancy menunjuk kan akan jumlah penghuni di kamar hotel,  yg semakin besar nilai % nya maka makin berdampak pada beberapa hal.   Untuk informasi bahwa rumus menghitung % Double Occupancy adalah sbb : JUMLAH TAMU dikurangi  JUMLAH KAMAR TERISI dan dibagi JUMLAH KAMAR TERISI lalu dikalikan 100% maka akan didapat nilai % double occupancy.  Beikut dampak langsung dari mengetahui Double Occupancy adalah sbb : Kita bisa menghitung pemakaian Breakfast tamu yang perlu dipersiapkan, dan juga sebagai informasi bagi akunting untuk mengalokasikan biaya Makan Pagi kamar hotel. Untuk mengevaluasi kesesuaian pemakaian guest supply dan guest amenities dikamar, sehingga kita memahami dengan benar saat mengadakan evaluasi expenses da...

JENIS DAN PENANGANAN CREDIT CARD / KARTU KREDIT

A.           JENIS-JENIS CREDIT CARD a.              VISA selalu diawali angka 4 di nomor kartunya b.             MASTER selalu diawali angka 5 di nomor kartunya c.              BCA selalu diawali angka 1 di nomor kartunya d.      Dinner Club, diawali angka 3 di nompor kartunya e.      American Express  diawali angka 3 di nompor kartunya g.      JCB  diawali angka 3 di nompor kartunya B.    VISA ELECTRON Selain kartu kredit ada juga kartu debit, saat ini hamper semua Bank mengelkuarkan Kartu Debit. Untuk lengkapnya ada beberapa jenis kartu Debit yaitu sbb ; a.              VISA ELECTRON    b.    ...

Faktor Kesuksesan Usaha Hotel

Ketat nya persaingan Bisnis Hotel saat ini sudah cukup membahana, mau tidak mau pelaku bisnis hotel harus berupaya keras agar hotel yang di kelola mampu terus bergulir bahkan menjadi yang terbaik. Jika kita mengamati, ada hotel-hotel yang selalu ramai dikunjungi oleh tamu dan ada juga yang masih saja sepi pengunjung, padahal berbagai cara dilakukan oleh pengelola hotel agar hotel nya bisa selalu ramai sepanjang bulan sepanjang tahun. Usaha yang keras & gigih dalam memasarkan hotel tentu akan memberikan hasil yang setimpal, namun kadang banyak juga dari tamu-tamu yang didapatkan adalah ‘first and last visitor’, banyak tamu yang pada awalnya dengan senang hati datang, menginap dan menggunakan fasilitas yang dimiliki hotel harus check out dengan wajah cemberut, hati kesal dan mulut menggerutu. belum lagi, mereka yang kecewa ini akan menjadi duta yang ampuh bagi hotel atas kekecewaannya selama menginap di hotel tersebut. Memang betul, barang yang bagus apabila tidak ditawarkan t...